Apa Itu Sindrom Pergeseran Titik Acuan — dan Mengapa Hal Ini Penting bagi Lautan
Setiap generasi mewarisi lautan yang berbeda, yang kondisinya semakin memburuk, kecuali jika kita mengingat keadaan masa lalu dan bertindak untuk memulihkannya. Apa yang akan kita wariskan?
Laut Kita Sepanjang Hidup, Episode 1 yang menampilkan Enric Sala, Direktur Program Pristine Seas dari National Geographic.
Enric Sala, Penjelajah Tetap National Geographic dan pendiri Pristine Seas, tumbuh besar di pesisir Mediterania Spanyol, menghabiskan musim panasnya di laut. Ia menonton film dokumenter Jacques Cousteau dan bermimpi menjelajahi lautan. Namun, seiring berjalannya waktu, ada sesuatu yang terasa janggal. Laut yang ia kenal sejak kecil kini tampak sunyi dan sepi. Ia tidak tahu mengapa, karena ia belum pernah melihat keadaan yang berbeda.
Cuplikan video ini disediakan oleh National Geographic Pristine Seas dan Open Planet
Hal itu berubah pada hari ia menyelam di Kawasan Konservasi Laut Kepulauan Medes di lepas pantai Costa Brava. Saat gelembung-gelembungnya menghilang, dasar laut seolah-olah hidup kembali. Ikan kerapu, ikan kalajengking, gurita, ikan bass laut, dan ikan pari — yang semuanya tak pernah ia temui di laut tempat ia dibesarkan — hidup subur di satu tempat. Menurutnya, rasanya seperti menyelam ke dalam sebuah film dokumenter Jacques Cousteau.
Penyelaman itu mengubah hidupnya karena ia menyadari bahwa kekosongan yang selama ini ia rasakan bukanlah hal yang wajar. Hal itu merupakan akibat dari praktik penangkapan ikan yang tak terkendali selama berabad-abad serta fenomena yang disebut “shifting baseline”, atau “amnesia antargenerasi”: jebakan di mana setiap generasi mewarisi lautan yang semakin rusak dan menganggapnya sebagai keadaan yang memang sudah ada sejak dulu.
Saat ini, 90% ikan besar di lautan telah punah. Lebih dari tiga perempat populasi ikan di dunia mengalami penangkapan berlebihan, punah, atau terdesak hingga batasnya. Namun, Enric juga menyaksikan sisi lain dari fenomena ini: tempat-tempat yang berubah dari kondisi rusak menjadi subur kembali, serta ekosistem yang kembali hidup dalam waktu sepuluh tahun ketika dibiarkan berkembang secara alami.
Foto oleh Manu San Félix/National Geographic Pristine Seas
Satu masa hidup sudah cukup panjang untuk menyaksikan kehilangan yang mendalam. Namun, hanya dalam waktu sepuluh tahun, kita bisa menghidupkan kembali lautan.
"Our Sea in a Lifetime " adalah serial baru dari Revive Our Ocean dikoordinasikan oleh Dynamic Planet): menjelajahi lautan kita di masa lalu, masa kini, dan seperti apa masa depannya jika kita melindunginya. Ikuti kisah ini sambil mendengarkan cerita para sesepuh yang masih mengingat hamparan rumput laut yang lebat bagaikan karpet, para nelayan yang mengenang jaring-jaring yang penuh dengan ikan, serta para ilmuwan yang telah menyaksikan lautan kembali hidup.